Aplikasi SDGS Desa, Pengertian, Tujuan dan Link Downloadnya

Aplikasi SDGS Desa

Pernahkah Anda mendengar tentang aplikasi SDGS Desa? Aplikasi tersebut menjadi aplikasi yang awalnya dibuat oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Tujuan pembuatan aplikasi tersebut adalah untuk melakukan pembaharuan data IDM agar lebih detail dan lebih kecil. Harapan kedepannya supaya bisa lebih banyak menyimpan informasi yang diperlukan untuk data pada semua level. Untuk lebih jelasnya tentang aplikasi tersebut, simak ulasannya berikut ini.

Aplikasi SDGS Desa

Aplikasi SDGS Desa

Aplikasi SDGS Desa merupakan salah satu aplikasi yang baru dibuat oleh pihak pengurus desa. Aplikasi tersebut bisa membantu untuk mengumpulkan data atau informasi secara lengkap untuk keperluan desa. Namun, sayangnya tidak semua bisa menjalankannya. Lebih jelasnya tentang aplikasi tersebut bisa simak di bawah ini.

Apa itu Aplikasi SDGS Desa?

Sebelum membahas tentang aplikasi SDGS Desa, ada baiknya mengetahui pengertian SDGS Desa. Merupakan salah satu program pemerintah untuk membanhgun total seluruh desa di Indonesia. Seluruh aspek pembangunannya harus bisa dirasakan oleh semua warga desa tanpa ada yang terlewat.

SDGS merupakan kepanjangan dari Sustainable Development Goals yang artinya tujuan pembangunan yang berkelanjutan. Adanya SDGS harus mengarah pada 18 tujuan pembangunan berkelanjutan sampai generasi selanjutnya.

Sedangkan untuk mempermudah dalam pembangunan desa akan membutuhkan informasi berupa data yang valid dari setiap warga desa. Adanya aplikasi SDGS Desa bisa membantu untuk mengumpulkan semua data tersebut. sehingga mempermudah dalam proses pembangunan desa. 

Namun perlu adanya pemahaman bagi seluruh perangkat desa, bahwa SDGS akan menjadi rambu atau peraturan supaya bisa membangun desa yang akan menjadi tanggung jawab Anda sampai generasi mendatang.

SDGS bukan termasuk dalam konsep bersama dengan desa. Tapi bisa membangun desa untuk mengarahkan lebih baik. SDGS juga bisa menjadi sebuah alat agar bisa mengetahui setiap warganya, apakah ada yang tertinggal dalam pembangunan desa yang sedang dijalankan.

Contoh masyarakat yang sering terlupakan adalah kaum difabel, fakir miskin, panti jompo, dan yang lainnya. Jangan sampai kelompok masyarakat tersebut tertinggal, karena tidak sesuai dengan slogan dari SDGS Desa yang no one life behind.

Baca juga: Pengertian Termux dan Cara Menggunakannya

Tujuan SDGS Desa

Program SDGS Desa akan mengacu pada 18 tujuan untuk pembangunan. Berikut tujuan pembangunan desa dalam program SDGS.

  1. Desa tanpa ada kelaparan
  2. Desa tanpa ada kemiskinan
  3. Desa yang warganya sehat dan sejahtera
  4. Mempunyai pendidikan yang berkualitas
  5. Melibatkan perempuan desa dalam pembangunan
  6. Mempunyai air bersih dan sanitasi yang layak
  7. Desa yang lingkungannya bersih dan terbarukan.
  8. Pertumbuhan ekonomi di desa merata
  9. Desa tanpa adanya kesenjangan sosial dan lainnya.
  10. Desa dengan infrastruktur dan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan warganya.
  11. Mempunyai Kawasan pemukiman yang aman dan nyaman.
  12. Konsumsi dan produksi desa yang sadar akan pentingnya lingkungan.
  13. Desa yang bisa menanggapi perubahan iklim.
  14. Desa yang warganya peduli terhadap ekosistem laut.
  15. Desa yang warganya peduli terhadap lingkungan darat.
  16. Desa yang damai penuh dengan keadilan.
  17. Mempunyai kemitraan untuk melancarkan pembangunan desa.
  18. Memiliki lembaga desa yang dinamis dan budaya desa yang adaptif.

Itulah 18 tujuan dari SDGS Desa yang dicanangkan oleh pemerintah untuk membangun desa agar lebih maju. Adanya aplikasi SDGS Desa bisa membantu pemerintah dalam memberikan bantuan yang tepat sasaran.

Pengguna Aplikasi SDGS Desa

Anda pasti penasaran, siapa saja yang memerlukan aplikasi SDGS dan yang terlibat untuk memperbaharui semua data di dalamnya. Sehingga semua data di dalamnya bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Anda bisa lihat pada pasal 16 ayat 3, 4, dan 5 dalam Permendesa PDTT nomor 21 tahun 2020. Peraturan tersebut bisa dijadikan rujukan tentang pendataan desa dari awal. Adapun pasal tersebut tentang Pedoman Umum Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Desa.

Adapun pihak yang nantinya terlibat dalam pembaharuan data atau informasi dalam aplikasi SDGS Desa adalah Kementerian Desa, Kelompok Kerja Relawan Pendataan Desa, PDT, pemerintah daerah kabupaten/kota, dan pemerintah daerah provinsi.

kemudian susunan Pokja untuk pendataan SDGS Desa, terdiri atas pembinanya yang harus dipegang oleh Kepala Desa, Ketuanya dijabat oleh Sekretaris Desa, dan Sekretarisnya oleh Kasi Pemerintahan Desa.

Anggotanya meliputi perangkat desa, ketua RW, ketua RT, anggota Karang Taruna, anggota PKK, dan masyarakat lainnya yang sukarela untuk menjadi relawan pendata. Sedangkan mitranya terdiri atas pendamping desa, Babinsa, Babinkantibnas, dan mahasiswa yang ada di desa.

Semua Pokja di atas bertanggung jawab untuk mengisi kuisioner yang ada di dalam aplikasi SDGS Desa. Bukan hanya itu saja, mereka juga bertanggung jawab dalam wawancara dengan warga, melakukan monitoring, dan ikut pelatihan secara online.

Perlu diketahui  kalau pendataan desa meliputi proses pengalihan, verifikasi, pengumpulan data, dan validasi SDGS Desa. Biasanya menggunakan beberapa rekomendasi ketika proses penyusunan program, seperti aset dan potensi aset desa.

Baca juga: Kode Remote AC Universal

Tujuan Melakukan Pendataan

Untuk menyukseskan program pemerintah dalam pembangunan desa di seluruh Indonesia yang bernama SDGS Desa. Maka memerlukan data-data yang nantinya akan dimasukkan dalam aplikasi.

 Adapun maksud dari pengumpulan data tersebut ialah memperbarui data dalam beberapa tingkatan level, yaitu level desa, Rukun tetangga, keluarga, dan warga. Selain itu, analisisnya harus seuai dengan kaidah yang berlaku.

Masyarakat biasa masuk dalam jajaran Pokja

Sebagai masyarakat biasa terkadang ingin ikut berpartisipasi dalam kemajuan desanya. Misalnya saja masuk dalam jajaran Pokja Relawan Pendataan Desa. Lalu, apakah boleh masyarakat biasa masuk dalam jajaran Pokja tersebut.

Di dalam Permendesa PDTT nomor 21 tahun 2020, tertera pada pasal 16 ayat 4, menyebutkan bahwa tidak ada larangan bagi masyarakat biasa masuk dalam tim Pokja. Namun, perlu diketahui bahwa pengangkatan tersebut berasal dari keputusan musyawarah desa.

Anggaran yang digelontorkan untuk pembaharuan SDGS Desa

Beruntung sekali kalau sekarang aplikasi SDGS Desa bisa menggunakan smartphone. Maka anggaran yang harus disediakan meliputi smartphone dengan spesifikasi minimal 3 GB. sedangkan memori internalnya minimal 64 GB serta pulsa perbulan.

Pengadaan anggaran tersebut karena pembaharuan data di SGDS Desa memakai sistem online. Misalnya saja pengisian kuesioner survey.

Selain dana di atas, masih ada dana lainnya yang harus disediakan oleh Pemerintah Desa, seperti dana transportasi, konsumsi, pembekalan, dan dana-dana lainnya yang sebelumnya sudah diputuskan dalam musyawarah desa.

Tugas Tim Pokja

Setelah membahas seputar aplikasi SDGS Desa, sekarang lanjut pada tugas di dalam tim Pokja yang termasuk dalam tim relawan pendataan SDGS. Tugas setiap tim Pokja akan dijabarkan berikut ini.

  • Perangkat desa, yang bertugas untuk mengumpulkan semua data dan informasi supaya bisa mengisi kuesioner desa secara lengkap.
  • Ketua RT, bertugas mengumpulkan data dan informasi yang berkaitan dengan pengisian kuesioner dalam lingkup Rukun Tetangga.
  • Relawan desa, mereka akan diberi tugas di tiap RT untuk mewawancarai setiap keluarga yang nantinya akan diisikan dalam kuesioner keluarga serta mewawancarai warga untuk mengisi kuesioner warga. 
  • Pendamping desa, adapunv tugasnya lumayan banyak dibandingkan tim Pokja lainnya. Pendamping desa bertugas untuk menjelaskan proses untuk memperbaharui data di SDGS Desa.

Kemudian melakukan pengawasan ketika proses pembaharuan data di SDGS Desa, memberikan solusi ketika terjadi masalah di lapangan, jika perlu bisa melakukan konsultasi.

Link Download Aplikasi SDGS Desa 2022 Lewat Android

Aplikasi SDGS Desa

Tidak sulit untuk melakukan download aplikasi SDGS Desa, karena aplikasi tersebut sudah tersedia di Google Play Store. Apalagi sekarang aplikasi tersebut sudah bisa memakai ponsel Android. Sehingga mempermudah untuk memasukkan semua data kapanpun dan dimanapun.

Anda cukup buka Google Play Store, kemudian ketika dalam kolom pencarian SDGS Desa atau anda bisa membuka tautan berikut ini >> Klik Disini << Kemudian akan muncul  aplikasinya, lanjutkan dengan menginstalnya. Cara tersebut jika Anda ingin download melalui Android, tapi bagaimana caranya jika download lewat laptop atau PC.

Baca juga: Download Google Camera (GCam) APK

Cara Download SDGS Desa Melalui Perangkat Laptop atau PC

Perlu Anda ketahui kalau sebenarnya aplikasi SDGS Desa hanya ada di Google Play Store. Oleh karena itu, aplikasi tersebut hanya bisa dijalankan lewat Android saja. Tapi apakah bisa jika dibuka melalui laptop atau PC komputer?

Jawabannya tentu saja bisa. Anda bisa mengakalinya dengan memasang Simulator. Arti dari pemasangan simulator tersebut adalah tampilan ponsel ada di dalam PC atau laptop. Jadi, Anda bisa membuka ponsel dengan menggunakan laptop. Otomatis hampir semua aplikasi bisa dibuka di ponsel.

Itu juga berlaku pada aplikasi SDGS Desa yang ada di ponsel. Jangan lupa kalau ingin memasang simulator, maka memerlukan PC atau laptop dengan spesifikasi yang lumayan besar. Alasannya aplikasi Simulator termasuk aplikasi yang memiliki memori besar dan berat.

Jika Anda memaksa untuk memasang aplikasi Simulator pada Pc atau Laptop dengan spek yang rendah. Siap-siap saja akan kesal karena loadingmya lama. Meskipun begitu, sebaiknya membuka lewat Android, karena lebih cepat dan ringan.

Cara Login SDGS Desa

Bagi pendamping desa sangat mudah untuk melakukan login aplikasi SDGS Desa. Setiap pendamping desa sudah memiliki Data Induk yang sudah tersimpan dalam database Kemendes (Kementrian Desa).

Selanjutnya adalah tim Pokja, tim ini yang akan menjadi masalah karena tidak mempunyai username dan password agar bisa mengakses SDGS Desa. Lalu, bagaimana caranya agar tim Pokja bisa masuk dalam aplikasi tersebut?

Kuncinya ada pada kepala desa setempat. Supaya tim Pokja bisa login SDGS Desa, maka kepala desa mengeluarkan surat keputusan Pokja Pendataan Desa. Kemudian menyerahkan daftar tim Pokja dalam bentuk file Excel kepada pendamping desa.

Selanjutnya file tersebut diteruskan ke coordinator tenaga ahli kabupaten/kota dan koordinator tenaga ahli provinsi. Kemudian mengirimkan lewat email. Jika proses tersebut selesai beberapa saat, maka akan ada username dan password.

Cara Menggunakan Aplikasi SDGS Desa

SDGS Desa merupakan salah satu program pemerintah untuk membangun desa di seluruh Indonesia yang sesuai dengan 18 tujuan. Namun, tidak sedikit yang bingung cara mengisi panduan pelaksanaan, pendataan, entry data, dan sebagainya di aplikasi.

Jangan khawatir lagi, karena sudah ada panduan pengisian aplikasi dalam bentuk file PDF. Sehingga siapapun bisa download dan mempelajarinya agar bisa memahami cara pengisian dan seluk beluknya dalam aplikasi.

Akhir Kata

Itulah ulasan tentang aplikasi SDGS Desa yang membantu dalam program pemerintah dalam membangun desa di seluruh Indonesia agar kemajuannya merata. Bukan hanya itu saja, adanya program SDGS Desa bisa membuat desa menjadi tempat yang modern untuk kedepannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.