Cara Kerja AC Dalam Ruangan dan AC Mobil - Javasiana.com
Home » Elektronik » Cara Kerja AC Dalam Ruangan dan AC Mobil

Cara Kerja AC Dalam Ruangan dan AC Mobil

Javasiana.com 8 April 2022

Air Conditioner atau yang biasa disingkat AC, merupakan alat pendingin udara yang bisa ditemukan di dalam sebuah bangunan maupun kendaraan. AC merupakan solusi terbaik agar udara menjadi lebih sejuk. Namun, belum banyak orang yang mengetahui cara kerja AC yang sebenarnya.

Artikel ini akan membahas tentang berbagai macam cara kerja Air Conditioner baik di dalam rumah, di dalam gedung, maupun di dalam mobil.

Mengenal Cara Kerja AC

Cara Kerja AC

AC memiliki berbagai komponen penting di dalamnya. Tentu saja, komponen-komponen tersebut memiliki fungsi serta cara kerjanya masing-masing. berikut ini cara kerja tiap komponen dalam AC yang perlu Anda ketahui.

  • Kondensor. Berfungsi untuk merubah bentuk refrigeran dari gas menjadi cair, sehingga temperatur ruangan menjadi lebih dingin.
  • Kompresor. Fungsi kompresor AC adalah untuk mengalirkan refrigeran. Cara kerja kompresor AC mirip dengan jantung manusia, yaitu dengan cara memompa refrigerant ke seluruh bagian AC menggunakan pipa.
  • Evaporator. Kebalikan dari kondensator, alat ini berfungsi untuk merubah refrigerant dari zat cair menjadi gas atau udara. Evaporator menyerap panas dari udara dan mengalirkannya ke dalam refrigeran. 
  • Motor blower. Bertugas untuk mensirkulasi udara ruangan secara terus menerus sampai udara mencapai suhu yang diinginkan (yang di setting melalui remote AC)
  • Pipa kapiler. Komponen yang memiliki peran penting dalam mengalirkan refrigeran cair ke evaporator untuk diubah menjadi gas. 
  • Strainer. Penyaring kotoran dalam refrigeran agar udara yang dihasilkan tetap steril.
  • Accumulator. Tempat untuk menampung refrigerant suhu rendah yang masih berbentuk cair, dan memastikan kelancaran aliran air refrigeran menuju kompresor.
  • Fan outdoor. Alat yang biasa disebut dengan outdoor dan diletakkan diluar ruangan ini adalah kipas yang berfungsi untuk mengeluarkan udara panas dari dalam AC keluar ruangan. 
  • Refrigerant. Lebih populer dengan sebutan freon, komponen ini adalah alat yang memungkinkan udara sejuk untuk dapat dihasilkan sebuah AC. Refrigeran akan terus berubah wujud dari cair ke gas ke cair lagi untuk menghasilkan udara dingin ke dalam ruangan dan membuang udara panas keluar ruangan.

Baca juga: 10 Peralatan Yang Dibutuhkan Untuk Service AC Serta Biaya Jasanya

Perbandingan AC Didalam Ruangan dan AC Mobil

AC di dalam mobil

AC di dalam rumah

Pada prinsipnya, AC bekerja dengan cara menyerap udara panas di dalam ruangan dan membuangnya keluar. Tujuannya adalah agar suhu di ruangan tersebut menjadi lebih rendah daripada suhu lingkungan di sekitarnya.

AC yang terdapat pada rumah biasanya memiliki sistem split yang terdiri dari bagian indoor (di dalam ruangan) dan outdoor (di luar ruangan). Bagian indoor merupakan bagian yang menghasilkan udara dingin, sementara outdoor mengeluarkan udara panas.

Cara kerja AC split sendiri sebenarnya cukup sederhana. Pertama, motor blower pada AC akan menghisap udara di dalam ruangan, kemudian menyaringnya terlebih dahulu sebelum kemudian mengalirkannya ke evaporator. 

Udara yang dihasilkan evaporator merupakan udara yang lebih dingin daripada udara di dalam ruangan. Udara dingin tersebut kemudian dikeluarkan AC untuk menurunkan suhu ruangan. Proses ini dilakukan berulang-ulang sampai mencapai suhu yang diinginkan.

Lebih lanjut lagi, proses yang berulang ini menghasilkan udara panas yang kemudian akan dibawa refrigerant menuju kondensor di bagian outdoor untuk kemudian dilepas keluar ruangan.

Seluruh proses perputaran refrigerant tersebut dapat terjadi karena adanya mesin kompresor yang memompa refrigerant untuk bergerak ke seluruh bagian AC.

Baca juga: 13 Penyebab AC Tidak Dingin Beserta Tips Ampuh Mengatasinya

AC di dalam gedung

Cara kerja pendingin ruangan di dalam gedung berbeda dengan cara kerjanya di dalam rumah. Hal ini terjadi karena gedung memiliki luas yang jauh lebih besar dari rumah, sehingga area yang harus dijangkau AC pun sangat luas.

Salah satu metode yang cukup populer dan banyak digunakan adalah chilled-water system, yang menitikberatkan pada penggunaan air dingin sebagai media utamanya.

Pertama-tama, mesin utama atau kompresor AC akan diletakkan di luar ruangan, biasanya di atap gedung. Mesin inilah yang kemudian akan digunakan untuk mendinginkan air. 

Air yang sudah dingin tersebut kemudian akan dialirkan ke seluruh area gedung. Kemudian, air tersebut akan diubah menjadi udara dingin melalui penyalur udara yang sudah dipasang di titik-titik strategis yang ada di dalam bangunan.

Walaupun efektif, cara kerjanya yang menggunakan sistem ini memiliki satu kelemahan, yaitu biaya yang sangat mahal untuk mengoperasikannya karena besarnya daya listrik serta biaya perawatan yang dibutuhkan.

Bayangkan saja, jika ada 100 titik penyalur udara dalam sebuah gedung, maka setiap titik tersebut harus dibersihkan dan diisi freon secara berkala setiap 3-4 bulan sekali.

AC di dalam mobil

Secara umum, cara kerja AC mobil tidak jauh berbeda dengan cara kerja AC di dalam rumah maupun gedung. Salah satu perbedaan yang paling mendasar adalah jika kompresor pada bangunan digerakkan oleh listrik, kompresor pada mobil digerakkan oleh mesin mobil.

Jadi, jika rumah Anda mengalami mati listrik, Anda tinggal menyalakan mesin mobil untuk bisa menikmati sejuknya udara dari AC mobil.

Mesin mobil akan menggerakan kompresor AC untuk menyerap udara panas di dalam mobil melalui evaporator, mengubahnya menjadi udara dingin dengan freon, dan mengeluarkannya kembali agar suhu di dalam mobil turun.

Baca juga: 21 Merk AC Terbaik

Kesimpulan

Pada dasarnya, cara kerja AC di dalam ruangan maupun kendaraan hampir sama, yaitu dengan menyerap udara panas, memprosesnya agar menjadi udara dingin, dan kemudian mengeluarkan udara dingin tersebut untuk menurunkan suhu.

Hal ini dilakukan berulang-ulang sampai suhu di dalam ruangan maupun mobil sudah sesuai yang Anda inginkan. Maka, tidak heran pada saat Anda menyalakan AC, udara yang dihasilkan belum terasa sejuk.

Namun, seiring berjalannya waktu, suhu akan terasa semakin turun dan angin yang keluar dari AC juga terasa semakin dingin.

Javasiana.com

Pecandu teknologi, Suka berbagi tips dan trik bermanfaat untuk anda semua.

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Artikel Terkait